main-hero

Portal Data, Layanan Dan Informasi Desa Beran

Platform digital terpadu yang mendukung berbagai layanan pengajuan surat, produk UMKM, aduan masyarakat dan berbagai informasi yang ada di Desa Beran, untuk mewujudkan Desa Beran sebagai desa digital.

SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA BERAN

main-service

SURAT ONLINE

Pemerintah Desa Beran menghadirkan layanan Surat Online sebagai bentuk inovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan administrasi kepada masyarakat. Melalui layanan ini, warga dapat mengajukan berbagai surat keterangan secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Proses pengajuan dilakukan dengan cepat, mudah, dan transparan, sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik yang efektif dan efisien. Layanan ini juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Desa Beran dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Lihat Selengkapnya

PEMERENITAH DESA NGAWI

SURAT KETERANGAN DOMISILI

PEMERENITAH DESA NGAWI

SURAT KETERANGAN DOMISILI

SEJARAH DESA BERAN

Sejarah Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, hingga kini belum memiliki catatan resmi yang bisa dijadikan referensi pasti. Tidak ditemukan petilasan atau peninggalan fisik yang bisa digunakan untuk menelusuri awal mula berdirinya desa ini. Namun, masyarakat setempat masih mewarisi kisah-kisah tutur dari generasi ke generasi yang dijadikan acuan asal-usul desa.Secara geografis, Desa Beran terletak di jalur alternatif yang menghubungkan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jalur ini telah dilalui sejak ratusan tahun silam dan diperkuat dengan keberadaan pohon-pohon asam besar yang dahulu tumbuh di sepanjang kanan kiri jalan. Seiring pembangunan, pohon-pohon tua itu ditebang dan diganti dengan taman sebagai bagian dari penataan tata ruang kota.Tokoh masyarakat Desa Beran, Suwondo, menjelaskan bahwa kisah sejarah desa ini erat kaitannya dengan kondisi geografis dan penamaan dusun-dusun yang ada saat ini. Narasi yang berkembang menyebut adanya seorang tua berjenggot yang menjadi pelopor penamaan beberapa wilayah di sepanjang Sungai Madiun.“Kami meyakini bahwa awal mula Desa Beran dimulai dari Dusun Jenggot, dinamai karena adanya sosok tua berjenggot panjang yang tinggal di bantaran Sungai Madiun,” ujar Suwondo.Dari Dusun Jenggot, sosok tersebut melakukan perjalanan menyusuri Sungai Madiun ke arah timur dan menemukan lokasi miring yang kemudian disebut Dusun Wareng. Ia melanjutkan perjalanan hingga tiba di tempat becek atau balong, yang sekarang dikenal sebagai Dusun Balong. Tidak berhenti di sana, sang pelopor lalu menemukan hamparan tanah luas dengan sumber air, wilayah yang sekarang disebut Beran.Tokoh muda desa, Herlambang, menuturkan bahwa Beran terbagi menjadi dua dusun, yaitu Beran I dan Beran II, yang dipisahkan oleh Sungai Ketonggo. “Dulu wilayah ini sangat luas, hingga akhirnya dibagi untuk keperluan administratif menjadi dua bagian,” ujar Herlambang.Perjalanan sang tokoh berjenggot dilanjutkan menuju wilayah yang kini menjadi Dusun Ingasrejo. Wilayah ini dulunya ditumbuhi banyak pohon ingas yang saling menggandeng atau gancet. Seiring waktu, nama Ingasrejo sempat diubah menjadi Dukuhan, namun kemudian dikembalikan ke nama semula untuk menghormati sejarah.Menurut Suwondo, perjalanan orang tua itu juga menghasilkan penamaan Karangrejo yang dahulu disebut Kembangan. “Dia menemukan lokasi batuan karang dengan banyak bunga yang tumbuh subur, sehingga dulunya disebut Kembangan sebelum berubah jadi Karangrejo,” jelas Suwondo.Dalam perjalanan kembali ke Dusun Jenggot, sang tokoh melintasi daerah tikungan yang terdapat balok-balok besar dan wilayah itu kemudian dinamakan Dusun Belukan. Tak lama, ia juga menemukan dataran yang menjorok diapit dua sungai besar. Lokasi ini kini dikenal sebagai Dusun Pojok, menandai akhir perjalanan tokoh tersebut.Kepala Desa Beran saat ini, Agus Supriyadi, S.Sos., menjelaskan bahwa seluruh kisah tersebut masih diyakini sebagai bentuk identitas lokal yang tak lekang oleh waktu. “Dari cerita itu, kita mengenal pembagian wilayah Desa Beran menjadi sembilan dusun yang masing-masing punya sejarah unik,” ungkap Agus Supriyadi.Kesembilan dusun yang ada di Desa Beran antara lain Dusun Jenggot, Wareng, Balong, Beran I, Beran II, Ingasrejo, Karangrejo, Belukan, dan Pojok. Nama-nama tersebut tercipta dari kondisi geografis dan pengalaman leluhur yang berkeliling wilayah sepanjang Sungai Madiun. Hingga kini, pembagian wilayah itu masih digunakan sebagai dasar administrasi desa.Dalam sejarah kepemimpinan, Desa Beran telah dipimpin oleh sepuluh orang kepala desa. Pemimpin pertama tercatat bernama Adi Kawiyo yang menjabat dari tahun 1957 hingga 1977. Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh beberapa tokoh lain, termasuk dua kali masa jabatan Supriadi, S.H., hingga sekarang di bawah kepemimpinan Agus Supriyadi, S.Sos.Dengan narasi sejarah yang unik, masyarakat Desa Beran berupaya menjaga nilai-nilai lokal sembari membuka diri terhadap kemajuan zaman. Pemerintah desa juga berharap agar sejarah lisan ini dapat didokumentasikan agar tidak hilang ditelan waktu.

Lihat Selengkapnya
main-service

PRODUK UMKM

Produk UMKM Desa kami lahir dari tangan-tangan terampil masyarakat lokal. Setiap karya mengandung cerita, tradisi, dan kearifan yang diwariskan turun-temurun. Dengan bahan alami pilihan dan proses yang penuh ketelitian, kami menghadirkan produk yang bukan hanya bernilai guna, tapi juga bernilai rasa dan budaya.

Lihat Selengkapnya

PLENO PKK DESA BERAN

MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA BERAN MEMBAHAS DAN MENYEPAKATI RANCANGAN RKPDesa 2026 dan DURKP 2027

SINERGI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DENGAN BERAN SMART DALAM MEMPERINGATI WORLD CLEANUP DAY 2025

BERITA TERKINI

Informasi terbaru seputar kegiatan masyarakat, pembangunan, kebijakan desa, serta peristiwa penting lainnya yang disajikan secara transparan dan aktual. Setiap berita hadir untuk memberikan wawasan yang lebih luas, mempererat hubungan antarwarga, serta mendorong tumbuhnya keterbukaan, partisipasi, dan rasa memiliki terhadap kemajuan desa.

Lihat Selengkapnya